Kamis, 05 April 2012

Berlatih Kalah

Salam Kebangsaan...
Tujuan Latihan secara umum adalah menguji sampai sejauh mana tingkat kesiapsiagaan tempur prajurit dan peralatan yang digunakan dari mulai perorangan sampai tingkat lanjutan dalam satu sistem senjata yang besar sehingga benar-benar mampu dan layak untuk dioperasikan secara bertingkat bertahap dan berlanjut. Latihan yang dilaksanakan selama ini lebih bersifat normatif dan cenderung monoton sehingga mudah ditebak tahapan-tahapan latihannya dari sejak perencanaan, persiapan, pelaksanaan hingga tahap pengakhiran. Ujung-ujunganya adalah kemenangan mutlak tanpa tandingan oleh pihak pelaku latihan. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi dalam perang yang sesungguhnya tanpa menghitung jatuhnya korban dan kerugian yang diderita oleh warga masyarakat disekitarnya bila ini benar-benar terjadi. Belum pernah ada gagasan latihan dalam skala besar yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dan hal terpenting disini adalah bagaimana tindakan Angkatan Perang dan negara ketika kalah dalam melakukan perang yang sesungguhnya. Latihan-latihan puncak yang dilaksanakan selama ini fine-fine aja artinya pastilah penyelenggara yang menang dan tidak pernah dilatihkan keadaan khusus atau situasi khusus ketika setengah dari kekuatan Armada Kapal Perang kita habis, setengah dari kekuatan Infantri kita habis atau 3 Skuadron Buru Sergap kita dihancurkan oleh negara lawan. Negara-negara maju sudah memberikan banyak contoh kepada kita mengenai hal tersebut, mereka menyadari bahwa perang itu bukan saja membawa petaka bagi tentaranya namun juga membawa kerugian bagi warga masyarakat disekitarnya. Lalu apa yang mereka perbuat? Dalam sebuah serial latihan yang pernah dilaksanakan oleh Amerika mereka melatihkan bagaimana kesiapsiagaan Angkatan Perangnya untuk memindahkan masyarakat yang tempatnya dianggap akan berdampak karena perang tersebut. Mereka juga melatihkan bagaimana bila separuh dari peralatan militernya lumpuh tidak dapat digunakan karena kemampuan lawan yang lebih, dan mereka juga melatihkan bagaimana bila setengah dari kekuatan tentaranya kalah dan tidak mampu merebut keunggulan di darat, laut, udara dan dimensi lainnya. Hal ini sangat menarik dan keadaan seperti itu dapat terjadi pada semua Angkatan Perang. Ada satu sisi positif yang kita dapatkan dengan melatih keadaan tersebut yaitu keterpaduan dan kerjasama dengan komponen lainnya. Harapan kedepan adalah terwujudnya konsep latihan yang dapat memadukan antara sipil dan militer sehingga asumsi-asumsi ancaman yang datang dari luar dapat diperkecil peluangnya.