Rabu, 01 Agustus 2012

Kehadiran Angkatan Laut Russia

Salam Kebangsaan...
Rencana Russia untuk membangun Pangkalan Angkatan Laut di luar wilayah kedaulatan Russia nampaknya semakin terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi meskipun dibantah oleh pihak pemerintah. Beberapa negara yang berpotensi menjadi Pangkalan Angkatan Laut di luar Russia adalah Vietnam yang akan menyusul Cuba dan Republik Syclles sebuah negara kepualauan di Samudera Hindia sebelah utara Madagaskar heading 090 dari Kenya. Tentunya ada berbagai macam pertimbangan mengapa dipilih Vietnam sebagai calon kuat Pangkalan Angkatan Laut-nya. Dapat dipahami bahwa Vietnam merupakan pengguna produk terbesar dan setia Russia sejak Sovyet bersatu termasuk kapal selam berpenggerak diesel elektrik kelas Kilo di kawasan Asia Tenggara. Yang paling mendasar adalah Russia ingin lebih eksis di kawasan perairan Asia khususnya Laut Cina Selatan yang mengandung potensi sumber daya alam melimpah. Ini bukan peningkatan ketegangan namun lebih kepada mempertahankan pengaruh ‘berkawan’ atas kehadiran Amerika yang agak sering disana. Indonesia harus memandang hal ini sebagai hal yang positif dan harus dapat mengambil keuntungan dari kehadiran Angkatan Laut Russia di Vietnam. Sebagai pengguna produk Russia nampaknya Vietnam tidak keberatan untuk menerima tawaran kerja sama alih teknologi di bidang militer. Tidak ada larangan bagi negara manapun di seluruh dunia untuk berkawan dengan negara lain sejauh sama-sama menguntungkan. Kehadiran negara besar di Asia bukan ancaman bila kita dapat mengubah perspektif dan cara pandang kita terhadap kawan dan lawan.