Rabu, 29 Februari 2012

Penamaan Kapal Perang

Salam Kebangsaan...
Angkatan Perang suatu negara tentunya memiliki Angkatan Laut yang merupakan alat pertahanan negara yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menyelenggarakan penegakkan kedaulatan di laut. Namun demikian tidak semua negara memiliki Angkatan Laut dalam susunan Angkatan Perangnya, artinya mereka tidak memiliki kapal perang sebagai Alat Utama Sistem Senjata. Pada umumnya pemberian nama kapal perang diambil dari nama-nama pahlawan yang telah berjasa bagi negaranya sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanannya sehingga dapat dikenang dan dijadikan teladan bagi generasi penerusnya. Selain nama pahlawan ada juga nama kota-kota besar bersejarah, nama tempat, nama senjata tradisional dan nama benda lainnya. Jenis kapal induk pada umunya diberi nama seorang mantan presiden yang pernah menjabat di negara yang bersangkutan, walaupun bukan suatu keharusan untuk menamakan dengan nama itu. Ada beberapa negara yang tidak menggunakan nama presiden pada kapal induknya. Jepang pernah memiliki kapal induk bernama 'Akagi' yang berarti Istana merah yang tenggelam pada pertempuran Midway tahun 1942. Selain nama presiden, Amerika juga menggunakan nama kesatria laut yang pernah berjaya pada perang dunia II untuk menamai kapal induknya. Bagaimana dengan di Indoneisa? Saat ini belum ada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang namanya diambil dari nama para mantan presiden. Apapun alasannya Indonesia tetap berbangga apabila suatu hari nanti ada KRI bernama mantan presiden Indonesia yang sedang hadir di laut untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selasa, 28 Februari 2012

Kebijakan Strategis

Salam Kebangsaan...
Kebijakan Strategis merupakan arah dan tujuan pembangunan negara yang dibuat oleh pemerintah berdasarkan analisa perkembangan lingkungan strategis. Tujuan penyelenggaraan negara pada hakekatnya adalah untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara kesatuan republik Indonesia dan segenap bangasa dari segala bentuk ancaman. Kebijakan nasional di bidang pertahanan dalam RPJMN 2010 - 2014 menyatakan bahwa sasaran pembangunan di bidang pertahanan dan keamanan diarahkan untuk terwujudnya peningkatan kemampuan negara dan kondisi keamanan dalam negeri yang kondusif sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berlangsung secara aman dan nyata. Perlu dicermati bahwa disini yang menjadi penekanan adalah kondisi keamanan dalam negeri agar kegiatan pada masyarakat dapat berjalan dengan aman dengan tidak ada gangguan yang berarti. Ini merupakan kesungguhan pemerintah yang harus didukung oleh seluruh komponen bangsa untuk memberikan hak agar masyarakat dapat hidup dengan layak sesuai dengan tuntutannya masing-masing. Kondisi ini tidak akan ideal bila komponen pendukung yang ada di masyarakat tidak saling mendukung dan justru apriori dengan program yang ada. Peningkatan jumlah alutsista yang dibeli untuk mencukupi kebutuhan pertahanan bukanlah semata untuk memperkuat angkatan perang saja namun ada perbandingan linear dengan pertumbuhan ekonomi. Jadi sangatlah jelas bahwa untuk mensejahterakan masyarakat juga harus didukung oleh peningkatan kemampuan Alutsista yang mutakhir agar penyelenggaraan negara dapat berjalan dengan baik.

Senin, 27 Februari 2012

Peran Universal

Salam Kebangsaan...
Tugas pokok, peran dan fungsi Angkatan Laut di dunia pada umumnya adalah penangkalan terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa di laut demi kepentingan nasional negaranya masing-masing. Peran universal Angkatan Laut yang dikenal dengan Trinitas Angkatan Laut adalah induk dari dijabarkannya tugas pokok peran dan fungsi yang berisi Diplomatic, Constabulary dan Military. Ini menjadi tugas yang sangat berat bila tidak disadari karena kecenderungan ancaman yang semakin beragam dan tidak dapat diperkirakan. Kemampuan yang diharapkan untuk mewujudkan Kekuatan di Laut adalah kehadiran di laut, daya tangkal, pengendalian laut, proyeksi kekuatan, keamanan laut, bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana. Bila kemampuan tersebut dapat terpenuhi dan dapat dilaksanakan dengan baik maka itu sama dengan memenagkan peperangan. Jadi kepentingan nasional merupakan tujuan tertinggi suatu bangsa dan tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Minggu, 26 Februari 2012

Industri Pertahanan Nasional

Salam Kebangsaan...
Industri Pertahanan Nasional di Indonesia nampaknya banyak mengalami kemajuan yang cukup signifikan sejak pemerintah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sejak tahun 2010 yang lalu yang diketuai oleh Menteri Pertahanan dengan anggota Menteri Perindustrian, Menteri Riset dan tehnologi, Panglima TNI dan Kapolri. Keseriusan ini ditindaklanjuti dengan rencana diwujudkannya Industri Pertahanan yang maju, mandiri dan berdaya saing dengan tujuan merevitalisasi Industri Pertahanan Nasional termasuk upaya peningkatan dan pengembangkannya. Pada tahun 1998 yang lalu setelah Indonesia masuk dalam masa krisis moneter banyak Industri Nasional Indonesia yang memproduksi alat dan perlatan pertahanan mengalami kemunduran dan akhirnya tumbang. Hal ini ditandai dengan pengurangan jumlah tenaga kerja besar-besaran dan berhentinya prosuksi peralatan pertahanan. Akhirnya tidak ada kemajuan dapat dibanggakan dan tehnolgi militer Indonesia cenderung menjadi tambal sulam dengan mempertahankan Alutsista yang ada dan tentunya semakin tua dan usang. Sementara negara-negara di kawasan Asia tenggara berlomba untuk memodernisasi Alutsita mereka walaupun mereka juga terkena imbas dari masa sulit itu namun upaya itu tetap ada dan tidak sampai berhenti total. Ketika itu banyak Alutsista yang terbengkalai karena kesulitan untuk mendapatkan suku cadang karena tidak bisa diproduksi di dalam negeri dan tidak tercukupinya anggaran untuk melaksanakan progran maintenance and repair, belum lagi embargo militer terkait dengan isu klasik hak asasi manusia. Ini merupakan ancaman tersendiri bagi militer Indonesia karena bila dibiarkan dan diabaikan maka akan berpotensi untuk terjadinya disintegrasi bangsa. Sungguh sangat memprihatinkan kondisi pada waktu itu ditambah dengan meningkatnya suhu politik yang berlindung dibalik kebebasan berdemokrasi dan menjuujung tinggi hak asasi manusia. Puncaknya adalah ketika terjadi konflik di perbatasan Kalimantan dengan negara tentangga, dalam hitungan di atas kertas kita belum mampu mengungguli kekuatan tetangga dalam hal kualitas dan kuantitas Alutsista, semua terbelalak dan menarik nafas panjang. Setelah beberapa lama pemerintah cepat tanggap atas keadaan itu dengan membentuk suatu komite yang bertugas untuk merumuskan, mengkoordinasikan dan memantau kebijakan nasional strategis bidang industri pertahanan. Tujuan mulia lainnya adalah agar militer Indonesia tidak terus bergantung pada industri asing dalam rangka pemenuhan kebutuhan Alutsistanya, setidaknya bila Alutsista itu dibuat di dalam negeri dengan hasil pemikiran asli bangsa Indonesia sendiri maka akan sedikit menaikkan daya tawar Indonesia di percaturan politik dunia. Tentunya dengan sangat optimis kita berharap bahwa Industri Pertahanan Nasional dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan tehnologi militer Indonesia dengan sasaran dalam 20 tahun mendatang semua negara-negara di kawasan sudah menggunakan sedikitnya satu jenis Alutsista asli buatan Indonesia. Dengan demikian ancaman disintegrasi bangsa dan ancaman eksternal lainnya dapat diturunkan dan dikecilkan nilai prosentasinya.

Sabtu, 25 Februari 2012

Resah

Salam Kebangsaan...
Beberapa waktu yang lalu media di Indonesia dihebohkan oleh berita mengenai rencana penempatan 2500 personel marinir Amerika Serikat di Darwin Australia menyusul kejadian insiden penembakan terhadap warga asing di Grasberg mine Tembagapura Papua. Hal ini diperkeruh oleh komentar politikus-politikus senayan yang sama sekali tidak mengerti tentang militer dan latar belakang ceritanya. Walaupun bukan sebagai anggota pakta pertahanan atlantik utara Australia memiliki hubungan kerjasama militer dengan Amerika. Kehadiran militer Amerika di Darwin bukan baru-baru ini saja namun sudah ada sejak lama untuk melindungi kepentingan mereka di Papua. Australia termasuk salah satu anggota pakta pertahanan FPDA (Five Power Defence Arrangement) yang terdiri dari Inggris, Australia, Malaysia, Singapura dan Selandia Baru yang didirikan pada tahun 1971 dimana salah satu perjanjian yang disepakati adalah saling melindungi khususnya Malaysia dan Singapura apabila ada ancaman dari luar. Siapa lagi kalo bukan Indonesia yang menjadi ancaman mereka ketika itu. Fakta lainnya Australia adalah negara contributor terbesar yang mengirimkan personel militer untuk membantu Amerika memerangi teroris di Afghanistan, dan sangat wajar apabila Amerika dan Australia memiliki hubungan militer walaupun tidak dalam satu pakta pertahanan. Pertanyaannya, mengapa mereka menambah kekuatan disana? Penambahan kekuatan di Darwin bukanlah untuk operasi bantuan kemanusiaan bila terjadi bencana di Asia namun lebih kepada membentengi kepentingan Amerika di Papua. Sangat mungkin sekali Amerika memainkan peranannya di Papua ketika mereka mengganggap bahwa insiden itu sudah menjadi masalah yang serius. Kekhawatiran tidak harus selalu dijawab dengan pengerahan kekuatan tandingan, namun dialog yang rasional dan komprehensif kadang dapat meluruhkan keresahan itu.

Jumat, 24 Februari 2012

Skenario Terburuk 'Sinar Kudus'

Salam Kebangsaan...
Peristiwa operasi pembebasan MV Sinar Kudus berbendera Indonesia yang dibajak oleh sempalan pemberontak bersenjata Somalia di laut Arab pada bulan Maret 2011 yang lalu banyak memberikan lesson learned yang sangat berharga. Beberapa minggu setelah kejadian itu Pemerintah segera mengirim Satuan Tugas Angkatan Laut dengan kamuflase muhibah / kunjungan luar negeri yang terdiri dari unsur Kapal Perang Republik Indonesia lengkap dengan helikopter dan Pasukan Khususnya dengan tugas pokok membawa pulang 'Awak Sinar Kudus" dengan selamat apapun resikonya. Ada beberapa Course of Action atau skenario cara bertindak yang disiapkan untuk membebaskan awak Sinar kudus dengan keuntungan dan kerugian pada masing-masing cara. Dengan informasi data yang sangat sedikit sekali dan meraba-raba membuat jalannya operasi terasa sangat sulit sekali dan penuh tantangan. Jangan kan untuk menyerbu ke dalam kapal, menemukan lokasi Sinar Kudus saja ibarat mencari sebuah mobil kijang di parkiran Bandara Soekarno Hatta yang padat. Namun tidak seperti di darat, di laut tidak ada jalan aspal, lampu merah, petunjuk arah dan gedung-gedung tinggi yang bisa digunakan sebagai tanda pengenal dominan. Tidak ada koordinat yang tepat dari Global Positioning System hanya berdasarkan pada perkiraan hasil pembicaraan dengan awak Sinar Kudus melalui telephone satelit. Cara bertindak terakhir yang paling kontroversial setelah target ditemukan adalah 'menabrakkan dua kapal perang van speijk di lambung kanan dan kiri dengan serbuan puluhan Pasukan Khusus dan puluhan prajurit Kapal Perang'. Mengapa skenario ini dijadikan sebagai salah satu pilihan saat itu? yang paling utama adalah tidak ada informasi yang akurat mengenai kekuatan pembajak yang berada di atas kapal, berapa jumlahnya, apa jenis senjatanya, bagaimana morilnya, latar belakang mereka dan lain sebagainya. Hanya satu yang diketahui mengenai gambaran pembajak Somalia, mereka cukup militan seperti di film-film Hollywood yang mengandaskan Pasukan Khusus Amerika dengan cara brutal. Dapat dibayangkan bila skenario itu menjadi pilihan terbaik dan tidak ada pilihan lainnya, tentunya akan banyak jatuh korban dan kerugian lainnya. Sinar Kudus banyak memberikan pelajaran untuk kebaikan di masa yang akan datang. Sudah saatnya para stake holder di Republik ini duduk bersama dengan komponen pelaku bisnis demi kepentingan nasional. 

Kamis, 23 Februari 2012

Keamanan Energi Cina

Salam Kebangsaan...
Antisipasi terhadap krisis energi yang dilakukan oleh negara importir minyak dunia cukup membuat resah negara Amerika serikat dan kawan-kawannya. Kehadiran Cina di timur tengah dalam isu keamanan energi dalam dekade ini dapat dijadikan alasan untuk menghadirkan kekuatan asing di laut Persia dan tentu saja hal ini sangat mempengaruhi perkembangan lingkungan strategis di negara-negara kawasan. Pengaruh Cina yang multi dimensi tidak hanya mencakup ekonomi, pertahanan dan soft power saja, namun juga memainkan peranan yang lebih menonjol dalam bidang politik di wilayah tersebut. Sangat masuk akal apabila Cina sampai membangun program pipanisasi dari timur tengah ke daratan Cina, untuk mencukupi kebutuhan energi dalam negeri guna menopang pertumbuhan ekonomi. Untuk mengimbangi pengaruh Cina di timur tengah Amerika harus berupaya untuk membangun hubungan kerjasama yang positif dengan Cina dalam hal keamanan energi dengan mengedepankan dialog-dialog strategis demi kepentingan bersama. Kehadiran militer Amerika di timur tengah nampaknya bukan saja untuk memerangi teroris namun untuk memastikan jaminan keamanan bagi kawan-kawan Amerika yang tentu saja punya kepentingan besar disana. Bagaimana dengan Indonesia? Nampaknya kita belum berencana untuk menghadirkan kekuatan militer disana walaupun pernah beberapa kali  mendapatkan tawaran konsesi minyak. Kabarnya kita telah rugi milyaran rupiah karena setelah jatuhnya rezim Khadafi konsesi minyak untuk Indonesia di sumur Libya dibatalkan oleh pemerintah transisi yang baru.

Rabu, 22 Februari 2012

Penjaga Pantai

Salam Kebangsaan...
Pembentukan Organisasi baru banyak mengundang pro dan kontra dari institusi yang sudah sudah lebih dahulu terbentuk karena tentunya memiliki banyak kepentingan dari Organisasi itu dan hal ini selalu terjadi di bumi yang kita cintai ini. Contohnya pembentukan Coast Guard atau Penjaga Pantai yang memiliki tugas dan fungsi yang cukup spesifik. Ada beberapa institusi selain Angkatan Laut yang punya kepentingan pada organisasi ini, satu dari Kementerian Perhubungan, kemudian Bakorkamla dan satu lagi dari Kepolisian. Angkatan Laut telah memberikan isyarat agar segera dibentuk apa pun namanya dan bagaimana pun bentuk organisasinya. Bahkan beberapa kapal perang yang cocok untuk tugas Penjaga Pantai rela dihibahkan untuk kepentingan Organisasi tersebut lengkap dengan pengawak dan pelatihannya. Itu artinya akan ada konversi besar-besaran terhadap personilnya untuk memenuhi Organisasi yang baru. Kabarnya Jepang juga tidak keberatan untuk memenuhi kebutuhan kapal Penjaga Pantai berikut fasilitas dan pelatihannya. Bagaimana dengan pencapaian MEF Angkatan Laut bila sebagian kekuatannya pindah ke tempat lain? Tentunya Angkatan Laut harus menghitung ulang rencana kebutuhan sampai 2024 dan ada rencana pula untuk mengganti dengan kapal perang yang lebih besar dengan kemampuan yang sangat mumpuni. Hal ini cukup masuk akal agar tugas pokok dan fungsi Angkatan Laut lebih ke 'Blue Water Navy' dan secara bertahap meninggalkan dominasi di lapis 'Brown Water' walaupun tidak sepenuhnya ditinggalkan. Kita berharap semoga saja semua dapat berjalan dengan baik sesuai rencana waktu yang  telah ditentukan walaupun agak telat memulainya.

Selasa, 21 Februari 2012

Peluit

Salam Kebangsaan...
Blog ini dinamakan sedemikian rupa seperti judul diatas sehingga memudahkan kita untuk mencari segala informasi yang berkaitan dengan dunia militer berupa informasi ringan, tulisan, kajian, analisa dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi ringan dan informasi segar lainnya ataupun informasi yang sudah tidak lagi mutakhir namun dianggap perlu untuk diketahui sebagai tambahan ilmu pengetahuan serta dapat dijadikan sebagai wadah wawasan militer dan informasi praktis lainnya. Tidak ada maksud dan tujuan sedikit pun untuk mengkritisi institusi, perorangan atau pihak-pihak lain. Sebaliknya kritik dan saran sangat diperlukan untuk kemajuan blog ini. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kita semua. Jayalah Indonesiaku...!
Salam Hormat...!